Perkuat Sinergi Penyuluhan, BRMP Sumbar Dorong Akselerasi Inovasi Pertanian di Kabupaten Solok
Kabupaten Solok (21/9). Penguatan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Solok yang digelar di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Liaison Officer (LO) BRMP Sumatera Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Solok, serta jajaran bidang teknis Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Rakor Monev dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan dan nagari, sekaligus memperkuat sinergi antara penyuluh, tim kerja penyuluhan, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Dalam pertemuan tersebut, penyuluhan pertanian dibahas sebagai instrumen strategis dalam mendorong percepatan adopsi teknologi, peningkatan kapasitas petani, penerapan inovasi, serta pencapaian target pembangunan pertanian dan program strategis Kementan di Kabupaten Solok.
Kehadiran BRMP Sumatera Barat menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara inovasi teknologi pertanian, penerapan standar, dan penyuluhan di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat diseminasi teknologi dan inovasi yang adaptif terhadap kondisi wilayah serta kebutuhan petani dan pelaku usaha pertanian. Oleh karena itu, kolaborasi antara penyuluh dan lembaga penyedia inovasi menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara tepat sasaran. Melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Kabupaten Solok diharapkan semakin terarah, terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata bagi petani.
BRMP Sumatera Barat berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung transformasi pertanian berbasis inovasi dan penerapan standar menuju pertanian yang modern, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.